Ibu selalu bilang kalau saya ini punya “selera tinggi” tapi “ekonomi lemah”. Hahaha, kasihan sekali. Tapi bagi saya, hal itu agak berlebihan jika “selera tinggi” yang dimaksud adalah barang yang mewah. Sebenarnya saya tidak begitu suka dengan sesuatu yang agak mewah, saya lebih suka barang yang sederhana dan simpel. Mindset mengenai “selera tinggi” yang dimaksud ibu ini yang harusnya dirubah. Lalu bagaimana jika kemampuan ekonomi keluarga kita tergolong pas-pasan atau bahkan sulit. Haruskah kita tetap memiliki “selera tinggi”? Read the rest of this entry »
Puisi ini saya bacakan pada acara purna bakti tiga dosen di jurusanku pada hari kamis kemarin. Kebetulan satu diantara dosen yang purna bakti tersebut adalah pembimbingku yang begitu sabar membimbingku mengerjakan tugas akhir selama satu tahun belakang ini (Haha… sudah sangat lama ternyata). Dan ketua jurusan pun mempercayakan saya menulis puisi dan membacakannya.
Salah satu lagu terbaik di penghujung tahun ini, semoga menjadi inspirasi agar kita bisa membuka semangat baru.
Semangat Baru
~ Ello, Ipang, Berry (Saint Loco), Lala ~
——–
[ello]
hello teman semua
ayo kita sambut, hari baru telah tiba
apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu
dan berbagi bersama
*reff
buka kita buka hari yang baru
sebagai semangat langkah ke depan
jadi pribadi baru
buka kita buka jalan yang baru
tebarkan senyum wajah gembira
damai suasana baru
bukalah bukalah semangat baru
bukalah bukalah semangat baru
bukalah bukalah semangat baru
[berry 'saint loco']
coba diam walau hanya tuk sejenak,
dengarkan kata dari s’gala yang ku ucap,
ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
bersama kita coba wujudkan harapan,
membuka jalan dalam ‘gapai setiap tujuan.
[ipang]
mentari bersinar… selalu
ini yang ku minta penuh semangat tertawa
bersamamu teman semua
kar’na ini saatnya kita nyanyi bersama
[ello & all]
buka kita buka hari yang baru
sebagai semangat langkah ke depan
jadi pribadi baru
buka kita buka jalan yang baru
tebarkan senyum wajah gembira
damai suasana baru
[lala]
dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu
esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan
kita jumpa di sana, berbagi bersama
dan kita tahu, pelangi yang satukan kita
back to *
Catatan panjang yang tidak penting…
Hidup itu dinamis. Tak selamanya menyenangkan dan tak selamanya pula menyedihkan. Adakalanya kita dapat tersenyum dan tertawa tetapi adakala kita murung dan tak kuasa untuk menahan tangis. Semuanya terjadi secara alami dan itulah hidup. Tapi saya yakin, Tuhan menciptakan semua keadaan ini dengan sebuah tujuan.
“Robbana, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Qs. 3 : 191)
Pernahkah kita bertanya apa arti sebuah pertemuan? Atau bertanya, mengapa takdir mempertemukan kita dengan seseorang yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Lalu kita bertatap mata, menyunggingkan senyuman, mengobrol seadanya, lalu……
Semua keadaan itupun berjalan seiring waktu, dan perkenalan yang awalnya biasa saja itu pun berubah menjadi tak biasa bahkan luar biasa. Aneh namun membahagiakan. Menyesakkan tapi sangat bergelora. Read the rest of this entry »
Judul Buku : The Winner Stands Alone
Pengarang : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2009
Edisi : Cetakan Pertama
Tebal buku : 468 halaman
Kesuksesan adalah racun yang penuh godaan.
Igor, seorang pengusaha ponsel Rusia, memiliki kekuasaan dan harta yang melimpah. Dalam sehari, ia menghasilkan uang yang takkan habis selama setahun walaupun ia menghambur-hamburkannya dengan berbagai cara. Ia bisa melakukan apa pun yang ia inginkan tanpa perlu membuktikan kepada siapa pun bahwa dia kaya raya. Dia pikir dengan semua yang dimiliki itu, akan menjadi jaminan kalau istrinya, Ewa, akan bahagia bersamanya. Tetapi rupanya Ewa berpikiran lain, dia meninggalkan suaminya tanpa alasan yang jelas dan memilih seorang pengusaha pakaian dari Timur Tengah bernama Hamid. Sejak Ewa meninggalkan Igor, Igor sudah berjanji akan menghancurkan seluruh dunia untuk membuat Ewa kembali. Bagi Igor, Ewa adalah segalanya. Read the rest of this entry »
Aku kembali…
Apa kabar sayangku? Akhirnya aku sempat menuliskan surat ini untukmu. Surat yang hendak ku tuliskan sejak beberapa waktu lalu. Surat sebagai bentuk penyesalan, rasa bersalah atau sekedar untuk mengadu. Asal kau tahu, gelora untuk menuliskan ini sungguh menderu. Read the rest of this entry »
Siapapun yang menggenggam tanganku sekarang
Tanpa satu hal semuanya akan sia-sia
Peringatanku jelas sebelum kau makin mendekatiku
Aku bukan seperti yang kau kira, melainkan jauh berbeda
Siapakah yang akan menjadi pengikutku?
Siapa yang akan mencalonkan diri untuk mendapatkan kasih sayangku?
Jalannya mencurigakan, hasilnya tidak jelas, mungkin malah merusak
Kau harus mengorbankan semua hal lain, akulah yang harus jadi satu-satunya acuanmu
Masa pelatihanmu akan berlansung lama dan melelahkan
Kau harus mengabaikan seluruh teori lama tentang kehidupanmu, serta semua kepatuhan terhadap kehidupan di sekitarmu
Jadi tinggalkan aku sekarang, sebelum kau bersusah-susah angkat tanganmu dari bahuku
Jauhi aku dan pergilah!
Walt Whitman – Helai-Helai Rumput
Source: Paulo Coelho – The Winner Stands Alone
| Dulu aku kau puja | Dulu aku kau sayang | Dulu aku sang juara | Yang slalu engkau cinta|Kini roda telah berputar | Kini aku kau hina | Kini aku kau buang | Jauh dari hidupmu | Kini aku sengsara | Roda memang telah berputar | Mana janji manismu | Mencintaiku sampai mati | Kini engkau pun pergi | Saat ku terpuruk sendiri | Akulah sang mantan | Akulah sang mantan | Sakit teriris sepi | Ketika cinta telah pergi | Akulah sang mantan | Akulah sang mantan | Mana janji manismu | Setia sampai aku mati | Kini engkau pun pergi | Saat ku jatuh dan sendiri |
Nidji – Sang Mantan.
Diam… Bisu?
Senyum… palsu?
Sepi… kesepian?
Sedih… menyedihkan?
Marah… kenapa?
Tangis… gunanya?
Mereka… mengertikah?
Sabar… sanggup?




Recent Comments