Siapapun yang menggenggam tanganku sekarang

Tanpa satu hal semuanya akan sia-sia

Peringatanku jelas sebelum kau makin mendekatiku

Aku bukan seperti yang kau kira, melainkan jauh berbeda

Siapakah yang akan menjadi pengikutku?

Siapa yang akan mencalonkan diri untuk mendapatkan kasih sayangku?

Jalannya mencurigakan, hasilnya tidak jelas, mungkin malah merusak

Kau harus mengorbankan semua hal lain, akulah yang harus jadi satu-satunya acuanmu

Masa pelatihanmu akan berlansung lama dan melelahkan

Kau harus mengabaikan seluruh teori lama tentang kehidupanmu, serta semua kepatuhan terhadap kehidupan di sekitarmu

Jadi tinggalkan aku sekarang, sebelum kau bersusah-susah angkat tanganmu dari bahuku

Jauhi aku dan pergilah!

 

Walt Whitman – Helai-Helai Rumput

Source: Paulo Coelho – The Winner Stands Alone

| Dulu aku kau puja | Dulu aku kau sayang | Dulu aku sang juara | Yang slalu engkau cinta|Kini roda telah berputar | Kini aku kau hina | Kini aku kau buang | Jauh dari hidupmu | Kini aku sengsara | Roda memang telah berputar | Mana janji manismu | Mencintaiku sampai mati | Kini engkau pun pergi | Saat ku terpuruk sendiri | Akulah sang mantan | Akulah sang mantan | Sakit teriris sepi | Ketika cinta telah pergi | Akulah sang mantan | Akulah sang mantan | Mana janji manismu | Setia sampai aku mati | Kini engkau pun pergi | Saat ku jatuh dan sendiri |

Nidji – Sang Mantan.

Read the rest of this entry »

Diam… Bisu?

Senyum… palsu?

Sepi… kesepian?

Sedih… menyedihkan?

Marah… kenapa?

Tangis… gunanya?

Mereka… mengertikah?

Sabar… sanggup?

Biarkan bintang menari
Setidaknya ada yang telah kita beri
Keberuntungan mungkin belum berpihak ini hari
Yakin suatu saat nanti akan datang ibu peri

Jangan menyerah untuk tetap berdiri
Ayo kembali menapakkan kaki kemudian berlari
Masih terlalu banyak yang harus kita cari
Bangkit dan kembali mengejar mentari

Mariiii………

 

Special for anak 1stPWK, tetap semangat fren!!!
Untuk Pak Iccang makasih atas ilmu dan pengalaman berharganya!

Hari ini hari blogger?

Entahlah, sepertinya saya kurang Ngeh dengan perayaan hari ini. Sebagai seorang blogger, tak ada hal yang membuat hari ini begitu spesial. Yah… mungkin hanya saya yang merasakannya, dan mungkin blogger yang lain punya pendapat berbeda dengan hari perayaan ini.

Saya mulai membuat blog sejak akhir tahun 2004, tetapi karena belum terlalu paham hingga saya membiarkan blog itu mengendap saja bahkan account dan passwordnya pun terlupakan. Pertengahan 2005, saya kembali mendaftarkan diri untuk membuat blog dengan fasilitas yang disediakan friendster kala itu. Mulai saat itu, aktivitas nge-blog pun terus berlanjut.
Saya pun membuka account di hampir semua penyedia blog. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya, setiap account punya fungsi postingan yang berbeda. Hingga akhirnya saya memantapkan diri dengan memilih wordpress karena disinilah yang membuat saya lebih nyaman. Read the rest of this entry »

Ketika hujan kembali menyentuh lantai semesta
Mestikah kau pertanyakannya?
Pentingkah?
Bukankah kau tak benar-benar ingin tahu
Hanya takut basah

Ketika panas kembali menyengat
Membakar dan membuat langkah terasa berat
Haruskah kau mencemaskan?
Bukankah kau tak benar-benar ingin tahu
Hanya takut jas hujanmu tidak dibutuhkan

Lalu apa gunanya kau bertanya?
Lalu apa gunanya kau mencemaskannya?
Hujan akan reda
Panas akan jinak
Dan kau akan lupa

Kemarin… semenjak di kampus, tangan saya terasa gatal untuk segera mengetik sesuatu, hanya saja ada beberapa hal yang mesti saya kerjakan dan baru tiba di rumah malam hari. Sayang, setiba di rumah, saya jadi bingung harus memulai darimana tulisan ini. Tadi… beberapa pertanyaan di kepalaku akhirnya terjawab dan semakin memantapkanku untuk segera menuliskan catatan ini.

Tahun lalu, saya menuliskan sesuatu tentang Jurusan tempatku berkuliah di blog ini, judulnya Jadi Arsitek Demi Uang? Tulisan ini pun menjadi catatan penutup di buku “Makassar dari Jendela Pete-pete”. Rupanya, tulisan ini, cukup populer. Beberapa kali, catatan ini muncul kembali di blog statku, yang menunjukkan bahwa ada yang baru saja membukanya. Bahkan untuk keyword arsitektur unhas di google, catatan ini tampil di halaman pertama. Read the rest of this entry »

Apa yang berbeda dengan lebaran tahun ini?

Karena tidak ada deretan sms terpilih? Tidak ada desain ucapan selamat idul fiti? Atau mungkin karena tidak ada puisi? Semuanya mungkin benar, tapi lebaran kali ini memang terasa berbeda karena beberapa hal.

Semenjak pamor sms telah menggantikan kartu ucapan via pos, saya pun ikut alur, mengirimkan sms sebagai penyampai ucapan maaf yang mungkin tak sempat tersampaikan. Jauh-jauh hari saya selalu menyiapkan kata-kata yang kreatif, beda dari yang lain. Saya paling malu kalau copy paste sms ucapan yang dikirimkan orang. Saya punya cirri khas sendiri, punya kata-kata sendiri. Tetapi tahun ini, kebiasaan mengirim sms di hari Idul Fitri rasanya sudah hilang. Paling hanya membalas sms beberapa teman yang kebetulan mengirimkan sms, itupun dijawab dengan datar saja, “Maaf lahir batin juga”. Read the rest of this entry »

Dimana harus ku cari dan ku cari
Ku sudah tak mampu dan tak mampu lagi
Melihatmu terkulai tidak berdaya
Berjalan gontai dan tundukkan kepala
Kemana ku cari senyummu dan sinar yang ada di mata?

*Letto – Tak Bisa Biasa
Read the rest of this entry »

Skotel Makaroni copy2

Beberapa hari yang lalu, dokter menganjurkan agar saya makan bubur lagi. Padahal sudah saya sampaikan bahwa nafsu makan saya malah tidak ada kalau harus makan bubur. Akhirnya hal tersebut membuat saya berpikir mencari menu yang bisa menggantikan bubur yang lunak namun tetap enak untuk dinikmati. Saya pun mencoba membuat Skotel Makkaroni.

Rupanya orang dirumah menyukai kue itu dan meminta saya untuk membuatnya lagi. Berminat untuk membuatnya juga? Nih.. resepnya. Read the rest of this entry »