Kesan dan pesan selama jadi Lurah Kompakers Makassar

 

Kesan dan pesan selama jadi Lurah Kompakers Makassar

 

 

Kesan dan pesan selama jadi Lurah Kompakers Makassar

 

 

Kesan dan pesan selama jadi Lurah Kompakers Makassar

 

 

Kesan dan pesan selama jadi Lurah Kompakers Makassar

 


 

Foto ini terinspirasi darimu, mungkin tidak sebagus jepretanmu tapi ini awal untukku belajar lebih giat lagi

 



 

Dia yang menginspirasiku untuk ngeblog lagi

 



Mentor menulisku, Lily Yulianti, beberapa kali mengatakan, cara belajar menulis adalah menulis, menulis dan menulis. Tak ada gunanya kita mempelajari berbagai teknik menulis jika tak pernah mengaplikasikannya dalam tulisan. Justru, teknik itu akan sangat berguna jika kita rajin untuk mempraktekkannya.
Menulis bagiku adalah sarana untuk berdiskusi, cara tepat mengeluarkan pendapat bagi pribadi introver sepertiku. Dunia tulis menulis memberikanku wadah untuk menuangkan berbagai kata-kata yang menari liar di kepalaku, yang kadang tak mampu mengetarkan tenggorakan untuk menghasilkan resonansi yang bisa didengar orang lain. Menulis adalah caraku berpikir lebih dalam, merunut masalah, membandingkan dengan kenyataan dan menganalisnya untuk menemukan jalan keluar. Menulis adalah caraku bercerita tentang mimpi-mimpi yang ingin aku capai. Menulis adalah harapanku untuk mendapatkan umur yang lebih panjang. Disaat ragaku tak lagi di bumi, anakku mungkin masih bisa membaca tulisanku, aku pun hadir kembali bersamanya.

Namun sekarang aktifitas menulisku tak lagi menjadi bagian hidupku. Berbagai alasan dijadikan pembenaran mengapa itu terjadi. Sibuk dengan urusan rumah tangga, sibuk dengan urusan bisnis, tak ada bahan, tidak ada motivasi, tidak ada teman berdiskusi dan banyak alasan lain yang sesungguhnya sudah aku tahu penyelesaiannya.
Akhir tahun ini, aku berniat untuk belajar menulis, menulis dan menulis lagi. Memulai dari nol, belajar dari siapa saja yang ingin membagikan ilmunya, menemukan ide dimana saja, memulai dari menulis apa saja, dan membiasakan menulis kapan saja. Aku berharap tahun depan, aktivitas menulisku produktif lagi. Kalaupun tulisan itu belum berguna bagi banyak orang, paling tidak bisa berguna bagi orang-orang terdekatku.


S


 

ruang Ibu menyusui di MaRI yang terletak di lantai 3

 

 

bilik menyusui yang nyaman

 

 

mother’s room yang lengkap dan bersih