You are currently browsing the tag archive for the ‘perencanaan kota’ tag.


image

 


Untitled-1

 


pengamen losari

 


 

ruko tempo doloe

Deretan ruko di Jalan Chinastraat (Sekarang Jalan Sulawesi)
yang memiliki ke khasan tersendiri

 

ruko jl. Dr. WS. Husodo

sebuah ruko di jalan Dr. WS. Husodo berlantai empat
yang di jual dengan harga 3,5 milyar

 

ruko panakukang

deretan ruko di kawasan panakukang yang tampak seragam
menghadirkan kesan monoton dan membosankan

 


Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Aku bisa tersenyum
Sepanjang hari
Karena hujan pernah
Menahanmu disini
Untukku…

Lagu milik Utopia itu mengalun ditemani resonansi dawai gitar, bersaing dengan rinai hujan yang begitu ramai di luar sana. Musim hujan membuat lagu ini kembali tenar. Harmoni lirik dan musiknya terasa begitu familiar di telinga. Siapa saja menyanyikannya atau memperdengarkannya. Namun ada hal yang membuat saya bertanya-tanya di tengah riuh rendah orang menyanyikan lagu ini, apakah betul kita bahagia saat hujan turun? Bukankah kebahagian saat mendengarkan dan merasakan hujan turun hanya kata-kata puitis seorang penyair dan pencipta lagu?
Kali ini saya membagi beberapa catatan seputar kondisi jalan, pengguna jalan dan inisiatif warga di musim hujan. Read the rest of this entry »


Diterima kerja dan langsung diberi tanggung jawab menjadi kordinator lapangan, atau Pak Taufan membahasakannya sebagai pimpro, sempat membuat saya kikuk. Antara percaya dan tidak! Mahasiswa seperti saya, tahu apa? Tanggung jawab yang dititipkan rekTI tersebut, jika dipikir-pikir, rasanya berat di pundak. Tetapi keadaan ini jugalah yang membuat saya bisa belajar lebih banyak. Tidak usah berpikir yang tak perlu, tetapi mulailah untuk bekerja. Read the rest of this entry »


Hari itu Sabtu, 8 Desember 2007, panas kota Jakarta begitu menyengat. Gerah sekali. Riuh rendah suara musik dengan lirik yang meneriakkan kondisi sosial masyarakat berperang dengan deru mesin kendaraan di Jalan Proklamasi, Jakarta.

Lantunan lagu yang dimainkan para pemusik jalanan itu terdengar merdu, di antara padatnya lalu lintas di kawasan itu. Hari itu, kemeriahan suara gitar, gendang dan tepuk tangan di dalam kawasan Taman Tugu Proklamasi, mampu menjadi magnet bagi ratusan warga kota. Read the rest of this entry »


Dalam perjalanan dari kampus Universitas Hasanuddin di Tamalanrea menuju rumah saya di Jalan Singa, Makassar, misalnya, berulang kali kalimat itu saya dapati. Di depan pintu satu dan dua kampus Unhas, sebuah iklan rokok merek Gudang Garam menguasai ruang penglihatan. Tak berapa lama dalam perjalanan ke arah kota, tepatnya di Jembatan Tallo, sebuah papan reklame besar LA Lights milik perusahan rokok Djarum dan iklan rokok Country berjejer di median jalan. Read the rest of this entry »


Ada rasa malu luar biasa yang berkelebat di hati saya, di kala sebuah mal baru begitu riang membuka diri. Makassar Town Square yang lebih keren di sebut M’Tos telah dibuka untuk umum sejak tanggal 26 September. Bagi saya, seorang mahasiswa yang mendalami perencana wilayah kota, pembukaan mal baru ini merupakan pukulan yang amat dahsyat. Read the rest of this entry »


Kawasan Panakukang, Makassar, identik dengan perumahan elit dan pusat bisnis yang kian berkembang. Hingga 20 tahun lalu, tak ada yang menyangka kawasan yang dahulunya merupakan sawah tadah hujan, sumber pangan masyarakat kota, akan berganti wujud menjadi hutan beton. Sesuai namanya, wilayah yang sudah berubah drastis ini pun jadi tempat yang selalu dirindukan. Akankah selalu begitu?

Read the rest of this entry »

January 2022
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Instagram @winarniks

No Instagram images were found.

Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 240,797 hits