You are currently browsing the tag archive for the ‘mahasiswa’ tag.


Pagi br sajar tersingkap, sakit kepala semalam masih saja tersisa, bagai dipukuli godam berkali-kali bahkan terasa hingga ke tengkuk dan punggung. Badan terasa remuk semua. Rasanya enggan untuk segera bangun dan melaksanakan kegiatan. Setelah beristirahat lagi akhirnya saya memutuskan untuk bangun, hari ini KRS harus segera di rampungkan. Read the rest of this entry »


Dari seorang yang Bukan Mahasiswa

Kepada Ketua BEM
Aku tahu, surat ini hanya menganggu kesibukanmu. Aku pun tahu surat ini tak penting bagimu. Mungkin kertas-kertas ini telah terhempas sebelum kau menyelesaikannya. Aku maklum. Read the rest of this entry »


Febrianto

Ebit pada acara IBB  2006 (Foto Koleksi Inart)

Akhir-akhir ini Febrianto atau yang akrab kami sapa Ebit, mahasiswa jurusan Teknik Sipil Unhas angkatan 2004, menjadi sorotan media. Media lokal kerap memberitakannya di halaman pertama. Read the rest of this entry »


grass_by_jorlin1Selamat pagi kampus. Pagi yang gerah walaupun sang fajar masih malu-malu muncul di antara awan yang berarak. Mentari pagi itu membiaskan harapan dengan cahayanya yang lembut. Tapi sering kali ia bohong, janji awal kehidupan yang baik itu, biasanya ingkar ketika siang tiba. Kelembutan sang fajar kadang-kadang berganti menjadi garang dan membakar atau ia malah lenyap dan mempersembahkan hujan lebat. Read the rest of this entry »


Wajah-wajah sumringah itu tidak dapat disembunyikan dari mereka yang memakai pakaian toga, pakaian kebangsaan ketika seseorang dinyatakan menjadi sarjana. Beberapa tahun studi yang dijalani kini berbuah hasil gelar di belakang nama. Buah dari hasil studi yang ditempuh di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Akankah ia menjadi arsitek yang memiliki komitmen moral dan sosial atau akan menjadi bagian dari arsitek yang melacurkan diri demi uang? Read the rest of this entry »


Empat tahun sudah waktu bergulir dan mengantarkanku pada ruang dan waktu seperti ini. Wisuda, memakai toga, menerima ucapan selamat, adalah impian hampir semua orang yang menyandang status sebagai mahasiswa. Orang-orang yang mengenakan pakaian besar itu acap kali menumbuhkan rasa iri, “Kapan saya berada pada posisi tersebut?”

Read the rest of this entry »


“Heh, kenapa pakai sendal jepit masuk kuliah? Keluar kamu!”

“Apa salahnya jika saya masuk memakai sendal jepit Pak?” Mahasiswa itu tampak gerah ketika dosen mengusirnya.

“Tidak sopan!”

“Hah! Tidak sopan? Dimana letak ketidaksopanannya? Lucu yah Bapak ini, Master tapi kok tidak bisa berpikir rasional sih. Apa hubungannya ketidaksopanan dengan sendal jepit Pak? Maunya Bapak lebih mempertanyakan apakah saya kerja tugas, apakah saya baca buku, atau sampai dimana diskusi saya mengenai mata kuliah ini!”

Read the rest of this entry »


Entah mahasiswa telah kehilangan kreativitas atau mahasiswa kini terlalu kaya atau mahasiswa makin malas atau mahasiswa kini yg jauh lebih modern dan aku hanyalah manusia jadul (jaman dulu) yg hidup di masa yang salah.
Mahasiswa yang aku tahu adalah manusia kreatif yg bisa menghasilkan suatu karya dengan biaya semurah-murahx, memanfaatkan barang bekas slama msh bisa dimanfaatkan.
Hari ini…, gambaran itu telah punah ditelan jaman. Tak ada lagi kertas A4 ditempel2 mjd satu A2. Tak ada lagi tinta suntuk murah yang terpaksa di beli untuk memprint.
Segala hal yang bisa di bayar dan menyuruh orang mengerjakannya adalah wajah mental mahasiswa hari ini.
Aku ingin bangga, tapi tak tahu membanggakan apa! membanggakan kekayaan teman2ku, membanggakan ke moderean teman2ku, ataukah aku harus bangga hidup di jaman ini. Atau…. aku harus bangga bahwa “uang” telah menjadi Tuhan yg Maha Agung.
Aku ingin bersedih. Tapi apa yang mesti aku sedihkan? kemiskinanku? kemiskinan negaraku? atau kenyataan bahwa aku tak layak hidup di masa kini?


Jika mendengar cerita dari pace, mace, tante, oom, kakek, dan nenek pokoknya orang yang pernah kuliah dan yang pernah melihat orang kuliah, KaKaeN(G) itu identik dengan mahasiswa yang hampir sarjana. Maksudnya, paradigma yang terbangun di otak mereka, mahasiswa yang telah mengikuti KaKaeN(G) itu berarti sudah tak memiliki kuliah lagi dan telah siap menyusun skripsi berarti sudah hampir pake toga. Read the rest of this entry »


Kampanye calon Gubernur dan wakil calon Gubernur Sulawesi Selatan makin memanas. Dimana-mana ada fotonya, ada balighonya, ada spanduknya. Wuih… saingan dengan iklan komersil. Belum lagi yang pake akronim “asmara” dan “sayang”, lagi jatuh cinta kale… Ada juga yang kayak sundal bolong, don’t look back, huahaha… Ada malah yang mau saingan dengan AFI dan Indonesian Idol dengan membuat fans club… Norak…

Kampuspun tak elak di jadikan arena adu kegigihan para kandidat. Misalnya calon A berkampanye pada temu alumni Unhas, calon B berkampanye di kampus UMI, bahkan dari berita yang di tulis Ince di panyingkul.com, kampanye sudah masuk di SMU. Ck ck ck

Kampus tetaplah kampus. kampus seharusnya berada di posisi netral dan secara objektif mengamati dan memberi alternatif solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat pada semua aspek kehidupan. Jika kampus ditarik masuk area politik praktis secara institusi maka kampus telah meruntuhkan semangat netralitas dan objektivitas dunia kampus dan akademik dengan demikian dunia demokratis di daerah ini akan berlangsung kurang baik.

Terlepas dari ajang Pilkada yang masuk di kampus, jauh sebelum itu saya memang sudah resah dengan politik praktis di kampus. Pada ajang pemilu ketua lembaga misalnya, politik praktis banyak dilakukan oleh para kandidat. Mereka menggunakan strategi ini itu untuk sekedar untuk mendapatkan kekuasaan. Nah, sekarang apa yang membedakan lembaga kemahasiswaan dengan partai politik yang ada di luar sana???

May 2022
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Instagram @winarniks

No Instagram images were found.

Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 240,834 hits