You are currently browsing the tag archive for the ‘Latimojong’ tag.


Panorama alam yang indah dan disebut sebagai atap pulau Sulawesi menjadikan Gunung Latimojong banyak dilirik para pendaki di Indonesia.

Pegunungan Latimojong terdiri dari beberapa puncak dan dapat di daki melalui beberapa jalur karena letaknya di tengah-tengah Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Luwu.

Adapun puncak-puncak Pegunungan Latimojong yang membujur dari utara ke selatan yakni:

  1. Buntu Sinaji (2437)
  2. Buntu Lapande (2487)
  3. Buntu Sikolong (2754)
  4. Buntu Rantekambola (3083)
  5. Buntu Rantemario (3478)
  6. Buntu Nenemori (3397)
  7. Buntu Latimojong (3305)
  8. Buntu PasaBombo (2965)
  9. Buntu Pallu (3086)
  10. Buntu Lariu (2700)

Sedangkan puncak yang melintang dari barat ke timur yakni:

  1. Buntu Pantealoan (2500)
  2. Buntu Pokapinjang (2870)
  3. Buntu Rantemario (2478)

Jalur

Banyak jalur yang dapat dilalui untuk mencapai Puncak Rantemario (3478), diantaranya:

  1. Jalur yang paling sering di lalui ialah jalur Karangan yaitu jalur yang di mulai dari Dusun Karangan, Desa Latimojong. Jalur ini adalah jalur yang membutuhkan waktu yang paling singkat di bandingkan jalur lainnya. Meskipun waktu terbilang singkat namun medannya cukup sulit karena terus menanjak. Letaknya di tengah hutan maka pemandangan di jalur ini di dominasi pohon-pohon tinggi.
  2. Jalur kedua melalui dusun Bone-bone menuju Buntu Pantealoan kemudian melalui jalur dengan berbagai jenis medan. Jalur ini dapat ditempuh dalam waktu 3 hari.
  3. Jalur ketiga menempuh Jalur Angin-angin yang di mulai dari Dusun Angin-angin yang masih dalam wilayah administrasi Desa Latimojong. Jalur ini dapat di tempuh dalam tiga hari. Pesona alam yang beragam menjadikan jalur ini diminati meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Transportasi

Untuk tiba di Dusun terakhir, perjalanan di tempuh dari Kota Makassar sejauh 200 km menuju ibu kota Kabupaten Enrekang. Dari sini, perjalanan di lanjutkan sejauh 30 km menuju ibukota Kecamatan Baraka. Biaya transportasi hingga tiba di tempat ini adalah 45 ribu rupiah.

Perjalanan selanjutnya dapat ditempuh dengan menumpangi sejenis mobil mikrolet hingga Desa Buntu Dea lalu berjalan kaki selama kurang lebih 2 jam menuju Dusun Angin-angin ataupun Dusun Karangan. Alternatif kendaraan truk juga dapat digunakan dan akan mengantarkan kita dari ibukota Kecamatan Baraka menuju Dusun Rantelemo  dengan biaya sebesar 20 ribu rupiah. Namun kedua angkutan ini hanya ada pada hari pasar, Senin dan Kamis.

Angkutan lain adalah ojek, tentu dengan ongkos yang jauh lebih mahal.


Suara azan subuh menggema merdu dari satu-satunya mesjid di dusun ini. Suasana religius terasa kental, ketika masyarakat berbondong-bondong menunaikan salat berjamaah di mesjid. Perlahan sang fajar mengintip di balik gugusan pegunungan, menciptakan lukisan cakrawala yang sungguh mempesona. Dusun itu bernama Angin-angin, Desa Latimojong, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Read the rest of this entry »


Hampir semua kelompok pencinta alam didominasi lelaki, karena kegiatan yang dilakukan memang identik dengan hal-hal yang membutuhkan ketangkasan, kemandirian dan keperkasaan menaklukkan alam. Kehadiran perempuan di kelompok pecinta alam karenanya masih sering mengundang pro dan kontra. Seperti halnya saya dan sejumlah teman perempuan yang juga memilih aktif di kelompok pencinta alam di Universitas Hasanuddin. Read the rest of this entry »

January 2022
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Instagram @winarniks

No Instagram images were found.

Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 240,797 hits