You are currently browsing the category archive for the ‘religius’ category.


Ada yang berbeda dengan takbir yang merembes subuh ini
Semakin menyayat ketika tahmid pun mulai bersemai
Aku mencoba menyelam kedalam puisi-puisi
Namun semakin aku selami
Semakin aku tertatih dan lunglai
Perih di setiap sel terasa menari-nari
Sukma terasa tertusuk belati
Dan tanpa kusadari airmatapun berderai

Berapa jauh jalan yang telah kujalani?
Berapa banyak waktu yang aku miliki?
Berapa banyak cita-citaku yang telah tercapai?
Berapa banyak yang telah kuraih?

Tapi selalu saja buatku tidak berarti
Tapi selalu saja tak disyukuri
Malah menggerutu dan mencaci

Meledaklah letup api
Bersama jumawa yang sering menghantui
Kontras dengan sejuknya pagi
Dan mengalir deraslah derai

Kembali kukumpulkan gairah yang terberai
Ketika kiblat menyentuh dahi
Menyiapkan diri
Kembali mengejar mentari


Fajar di awal bulan Syawal datang lagi
Menebar senyum kehangatan pagi
Kebesaran Tuhan bergema berkali-kali
Jalan terbaik kembali disinari

Bunga itu pernah layu dan tak berarti
Hampir saja mati
Penuh dosa berduri
Sedikit pahala yang membuatku bersemi

Entah kapan lidah mengucap Ilahi
Entah kapan sajadah menyentuh dahi
Entah kapan rejeki terbagi
Entah kapan maaf terurai

Bunga itu harus berkembang lagi
Gema Tuhan menyiram suci
Seharusnya bunga itu berganti
Menjadi bunga terkini

Lebih baik dan lebih suci
Lebih indah dan lebih fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf dari Hati


Kusadar akan kuasa-Mu

Tiada yang mampu manandinginya

Nikmat-Mu padaku

Tiada kan mampu terhitung

Mengapa, kata itu menusuk hati

Tak sedikitpun kurasa cinta akan-Mu

Tak setitik terasa sejuk dan senang

Tak ada takut dan gundah

Akan kehadiran-Mu

Hanya hal rutin dan kewajiban yang terlintas

Saat menghadap-Mu

Kemana cintaku???

Kemana kasihku???

Akankah terbang terbawa nafsu???

Rabbi…

Jadikan aku hamba yang tahu akan cinta

Jadikan aku hamba yang tahu akan kasih

Cinta yang kan membawaku ke cahaya-Mu

Kasih yang kan terbangkanku ke sisi-Mu

Ku tahu cinta pada-Mu adalah karunia

Tapi mengapa…???

Hati tak kunjung bersujud

Hanya untukmu…???


Ketika tawa renyah masih terasa

Ketika eforia puncak masik tersisa

Ketika pegal di paha dan betis masih membekas

Sesaat itu pula…

bendera putih berkibar liar

tepat di depan rumahku!

Aku tertegun…

Diam… Bertanya dalam hati. Siapa?

Takut… Bertanya dalam hati. Kapan?

Gundah… Bertanya dalam hati. Mengapa?

Tuhan, jauh aku berjalan

Mencari-Mu, mencari Kuasa-Mu

Kudaki, kuturuni, kujejaki…

Ternyata…

Kuasamu lebih dekat dari itu….!!!


Aku selalu mencoba menghadapi

Tapi …

Ketidaksanggupan membuatku menghindari

Aku selalu mencoba melalui

Tapi…

Ketidakmampuan membuatku melarikan diri

Bersembunyi…

Aku disni

Tak usah kau mencari

Kau takkan pernah mengetahui

Apa yang sebenarnya terjadi

Aku disini

Tak usah kau mencari

Kau takkan pernah memahami

Mengapa menjadi begini

Rabbi….

Takdir-Mu sulit kumengerti

Alur permainan-Mu terlalu rumit kupahami

Jalan hidup ini terlalu berat kulalui

Tapi aku tak mau melarikan diri

Bersembunyi…

May 2022
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Instagram @winarniks

No Instagram images were found.

Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 240,834 hits