You are currently browsing the category archive for the ‘Poetry’ category.


Ada yang berbeda dengan takbir yang merembes subuh ini
Semakin menyayat ketika tahmid pun mulai bersemai
Aku mencoba menyelam kedalam puisi-puisi
Namun semakin aku selami
Semakin aku tertatih dan lunglai
Perih di setiap sel terasa menari-nari
Sukma terasa tertusuk belati
Dan tanpa kusadari airmatapun berderai

Berapa jauh jalan yang telah kujalani?
Berapa banyak waktu yang aku miliki?
Berapa banyak cita-citaku yang telah tercapai?
Berapa banyak yang telah kuraih?

Tapi selalu saja buatku tidak berarti
Tapi selalu saja tak disyukuri
Malah menggerutu dan mencaci

Meledaklah letup api
Bersama jumawa yang sering menghantui
Kontras dengan sejuknya pagi
Dan mengalir deraslah derai

Kembali kukumpulkan gairah yang terberai
Ketika kiblat menyentuh dahi
Menyiapkan diri
Kembali mengejar mentari


Kekalahan, mengalah, terkalahkan kesendirian
Melalui kau, aku tau tentang sebuah kaki yang berlari cepat
Mudah menggapai tujuan dengan cepat
Tetapi aku terjerat, terperangkap layu yang berat

Kekalahan, mengalah, terkalahkan pengetahuan
Ketika samurai bertarung dengan perisai
Keduanya berkilau
Namun ada yang menyerang
Lainnya hanya mencoba bertahan

Kekalahan, mengalah, terkalahkan tantangan
Dan kesenanganku untuk dihindari
Dan kebahagianku untuk tertawa bersama badai
Jiwaku menggali kubur untuk semua yang mati
Larut dan hanyut bersama derai
Merenung mengisi mimpi… hanya mimpi.


playingguitar

Aku kembali memainkan gitar
Mencoba mereda getir yang bergetar
Rasa itu tetap saja datar
Teredam sakit yang mengakar

Maafkan aku yang terkadang jumawa
Mengikuti emosi dan terbawa
Meski  aku sadar kau pernah istimewa
Tetapi aku tak jua mampu tersenyum bahkan tertawa

Kembali aku mainkan rintihan dawai
Dari resonansi yang sebenarnya damai
Bersama paku-paku hujan yang terdengar ramai
Menyanyikan lagu yang dulu sempat bersemai

Namun…

Tak ada lagi senandung yang merdu
Lenyap sudah alunan yang syahdu
Semua telah menjadi pilu
Hanya kenangan masa lalu

Aku masih disini
Hanya gitar yang menemani
Namun ditinggal oleh ritme dan melodi……
Sepi!


grass_by_jorlin1Selamat pagi kampus. Pagi yang gerah walaupun sang fajar masih malu-malu muncul di antara awan yang berarak. Mentari pagi itu membiaskan harapan dengan cahayanya yang lembut. Tapi sering kali ia bohong, janji awal kehidupan yang baik itu, biasanya ingkar ketika siang tiba. Kelembutan sang fajar kadang-kadang berganti menjadi garang dan membakar atau ia malah lenyap dan mempersembahkan hujan lebat. Read the rest of this entry »


aku lebih senang seperti ini
keluar kota
berbaring sendiri
menatap langit-langit kamar
menembusnya
dan menatap mimpi-mimpiku yang jauh di atas angkasa
bahkan ketika aku bersua dengan alam
mendaki gunung
tak perlu lagi ada atap yang menghalangi Read the rest of this entry »


Fajar di awal bulan Syawal datang lagi
Menebar senyum kehangatan pagi
Kebesaran Tuhan bergema berkali-kali
Jalan terbaik kembali disinari

Bunga itu pernah layu dan tak berarti
Hampir saja mati
Penuh dosa berduri
Sedikit pahala yang membuatku bersemi

Entah kapan lidah mengucap Ilahi
Entah kapan sajadah menyentuh dahi
Entah kapan rejeki terbagi
Entah kapan maaf terurai

Bunga itu harus berkembang lagi
Gema Tuhan menyiram suci
Seharusnya bunga itu berganti
Menjadi bunga terkini

Lebih baik dan lebih suci
Lebih indah dan lebih fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf dari Hati


Lewat setitik celah
Mencoba menelaah
Segala resah
Yang mulai gerah
Pada semua yang tak lagi indah Read the rest of this entry »


Read the rest of this entry »


Kusadar akan kuasa-Mu

Tiada yang mampu manandinginya

Nikmat-Mu padaku

Tiada kan mampu terhitung

Mengapa, kata itu menusuk hati

Tak sedikitpun kurasa cinta akan-Mu

Tak setitik terasa sejuk dan senang

Tak ada takut dan gundah

Akan kehadiran-Mu

Hanya hal rutin dan kewajiban yang terlintas

Saat menghadap-Mu

Kemana cintaku???

Kemana kasihku???

Akankah terbang terbawa nafsu???

Rabbi…

Jadikan aku hamba yang tahu akan cinta

Jadikan aku hamba yang tahu akan kasih

Cinta yang kan membawaku ke cahaya-Mu

Kasih yang kan terbangkanku ke sisi-Mu

Ku tahu cinta pada-Mu adalah karunia

Tapi mengapa…???

Hati tak kunjung bersujud

Hanya untukmu…???


Entah sampai kapanku dapat bertahan

Menghadapi hujan yang turun terlalu deras

Menahan sengatan matahari yang begitu panas

Entah sampai kapanku dapat bertahan

Melewati malam yang gulita

Menghalau silaunya cahaya di siang hari

Tanpa dirimu…

Yang aku pahami

Aku harus tetap melanjutkan perjalanan

Jalur berliku, mendaki, menurun

Akan kulewati…

Tapi bukan denganmu lagi aku akan mencari tujuan itu…

Jangan menyangka ada kawan baru menemaniku

Karena masih sulit bagiku menjalani ini dengan orang lain

Biarkan aku melangkah sendiri lagi…

May 2022
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Instagram @winarniks

No Instagram images were found.

Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 240,834 hits