lets-it-flow-

Awalnya aku ingin membiarkan semuanya mengalir, seperti sungai yang merindukan muara dan akhirnya menemukan samudera. Meskipun ia meliuk-liuk tetapi tetap saja ada alur yang mesti ia ikuti.

Tetapi tiba-tiba saja aliran air itu menyebar mungkin kejatuhan sebuah batu besar. Alirannya yang semakin kencang pun terpercik. Percikannyapun ke semua arah. Basah.

Aku menunggu hingga ia menguap dan mengering. Namun rembesan itu mungkin terlalu dahsyat hingga membuatku harus menunggu lama. Aku terus menunggu. Namun penantianku membuatku larut. Hingga aku berpikir untuk tidak lagi melanjutkan alirannya.

Kemudian ada pikiran lain mengusikku… mengapa aku tidak terjun dan terseret arus saja dan membawa semua yang telah basah untuk ikut menari bersama alirannya hingga aku menemukan samudera.