Tiba-tiba saja Unieqrezesekaliseh lempar tugas ke blog ini. Walaupun malasnya minta ampun, tapi tetap di paksa. Jadi binguung mau menulis apa!
Hmmm lima hal gokil yang pernah saya alami? (lagi mengingat…) Tidaaaaaak….
Masa saya harus menjawabnya
Unieqrezesekaliseh said : “Ih jawab ko gank!”
Lagi-lagi terpaksa…

Pertama. Pidato “Ngantuk”
Ini kejadian waktu masih sekolah di malino. Gara-gara insomnia, pagi-pagi harus menahan ngantuk. Tetapi hari itu saking mengantuknya, + guru tidak masuk, saya membaringkan kepala di atas meja dan dengan cukup berhasil untuk tertidur. Sial, saya yang waktu itu duduk di depan kedapatan guru olahraga – yang sangar minta ampun – langsung di suruh lari-lari keliling lapangan dan mencuci muka. Sejak saat itu, Pak Rahyu memberi nama untuk saya “Tukang Tidur”
Kejadian ini memberi saya inspirasi pada porseni tingkat sekolah. Saya yang waktu itu mewakili kelas dalam lomba pidato menyiapkan sebuah materi pidato yang menarik.
Dengan mengenakan celana kain dan baju putih yang dilapisi blazer saya pun tampil di depan ratusan siswa dan 3 guru yang menjadi juri di aula perpustakaan. Di depan mimbar saya pun membacakan pidato.
Yang terhormat … , dan yang saya banggakan …. Aslm. Ijinkanlah pada hari ini saya membawakan sebuah pidato yang berjudul “Mengantuk”. Spontan seisi ruangan tidak terkecuali juri tertawa terbahak-bahak. Tapi saya dengan cool nya mampu menahan tawa, dan masih menampakkan muka serius hingga akhir pidato. Hal ini makin membuat orang-orang itu ketawa. Pidato saya pun mengalir. Saya mengungkapkan masalah yang sering dialami siswa di kelas, penyebab siswa mengantuk hingga solusi bagi mereka. Sepuluh menit waktu yang diberikan pun habis dan saya mengakhiri pidato itu. Saya yang kala itu masih duduk di kelas satu membuat kakak2 kelasku geleng-geleng kepala.

Kedua. Rhoma Irama
Cerita ini masih berlokasi di sekolah. Seolah menjadi tradisi, festival seni sekolah setiap tahun diadakan oleh anak kelas satu. Kegiatan ini akrab di sebut “pergelaran”. Teman saya Dayat pun membuat skenario acara, salah satu yang akan kami tampilkan adalah perebutan penghargaan baik itu di bidang seni, olahraga dan film. Pada item acara itu saya mendapat peran sebagai Rhoma Irama dan harus bersaing dengan Michael Jackson, dan beberapa penyanyi terkenal di dunia lainnya. (Sudah lupa, siapa saja)

rhoma-irama

Minuman keras, miras, apapun namamu…uu.. Tak akan ku minum lagi dan tak akan kesentuh lagi walau setetes.. setetes.. Dan narkotika… tika… apapun jenismu..uu uu. Tak akan ku sentuh lagi dan tak akan ku coba lagi walau secuil.. secuil…

Dengan mengembangkan rambut, menambah kumis, jenggok dan cambang, lalu mengenakan baju terusan hitam serta selendang warna keemasan yang berkilat-kilat ketika dikena cahaya lalu dilengkapi dengan sebuah gitar saya terlihat sangat mirip dengan ksatria bergitar itu. Apalagi saat saya menyanyikan lagu di atas, sambil menggoyang-goyangkan gitar. Seluruh penonton tertawa terbahak-bahak bahkan sampai memegang perut. Bahkan di akhir acara ketika pergelaran itu telah selesai, penonton kompak teriak… Rhoma… Rhoma…Rhoma… kami mau Rhoma…. Saya pun lari ke belakang panggung dan menggenakan pakaian kebesaran itu lagi dan kembali tampil bahkan turun dari panggung dan seolah menemui fans. Cahaya-cahaya kamera pun berkilatan.

Ketiga, acting menangis.
Seorang teman memberikan sebuah tiket gratis nonton di TO. Karena tidak sempat saya baru mau menonton di hari akhir berlakunya tiket itu. Sampai di mall, rasanya malas untuk nonton sendiri. Layaknya seorang calo, saya pun menawarkan tiket itu pada beberapa orang. Tapi tidak berhasil juga, mungkin memang tidak ada bakat jadi marketing. Akhirnya, saya menawarkan tiket itu pada seseorang di depan pintu keluar MP. Orang itu menolak tetapi tiba-tiba saja saya mengeluarkan airmata dan segera meninggalkan orang itu. Cewek berjilbab itu pun mendekati saya, bertanya kenapa saya sedih.
“Saya tidak punya uang pulang” jawabku sambil menangis.
“Kenapa? Di copet?”
Saya hanya mengangguk. Dia pun lalu memberikan saya selembar uang sepuluh ribuan. Saya memberikannya tiket itu namun dia menolak dan berlalu pergi. Setelah dia pergi saya hendak ketawa sendiri, ternyata saya punya bakat acting juga. Hahaha..

Keempat, Dikuncikan pintu.

Kejadian ini tahun 2007 di yogya. Krn lama tidak online, liat warnet di depan gankx Elok lgsg ngiler. Mo online, cek email, upgrade blog, cek fs, dsb. Stlh ngomong sama Elok, diapun mngizinkan, asal klo pulang miskol ke HPx Elok untuk di bukakan pintu. Deal….
Saya pun online. Sbtr saja, cuma sejam (tdk biasanya). Jam 10 pulang ke kosnya Elok
Msh di jalan udah mc Elok, ga aktif. Mc nida, da di angkat. Jalan dipercepat. Mc Elok lg, ga aktif. Mc nida, ga di angkat. Mc nida lagi, ga di angkat lagi. Mc nida lagi, ga di angkat lagi. Panik. Dahi mengkerut, gmn neh…? Tiap org yg lwt, melototin. Ngapain-neh-cewek-berdiri-sendiri-malam-gene- Huaaaahhhh… Gimana neh??
Mc nida lagi, da di angkat lagi. Mc Elok, belum aktif. Mc nida, blm di angkat. Please, Help Me…. Mc nida terus, ga di angkat terus. Tit tit… Hp Low Bat. Hmmm… TOLONGGGGG….
Huwaaahhh… Ngantuk! Tdr dmn neh?
Jongkok di samping mobil pick up yg terparkir di depan kos, berharap Elok mbuka pintu. Nihil. Malah… ada yg lari ketakutan liat saya jongkok disitu. Huahahahaha….
Huwaaahhh… Ngantuk! Cari akal untuk tidur. Duduk di sela pagar dan mobil, spy da ada yg liat. (ga enak, nanti di bilangin cewek apa gituu…). Da stabil. Gimana neh??? Masih panik.
Coba-coba buka pintu mobil. Terbuka. Horeee… Ahh.. kekecilan. Pintunya tdk bisa terbuka lebar. Terhalang pagar, trs pintu yg satu tdk bisa terbuka. Hikz hikz hikz.
Coba nyalain Hp, payah… empty!
Udah jam 12 malam. Jendela kaca mobil terbuka sebagian. Manjat, jalan terakhir. Mudah2an ga ada yg liat, nanti dikirain pencuri. BerHASIL MASUK KE MOBIL. Horeeeeeeee…
Bobo… ZZZZZzzzzzz……
04.30 Adzan Subuh. Bangun. Cepat bangun, keluar dari mobil melalui kaca jendela yang terbuka sedikit sekali lagi, sebelum ada yg liat. Setelah beralasan jalan2 subuh, jam 6, kosan br di buka……..
Hikz hikz hikz…
Huahahahaha…
Sapa yang……………………

Kelima, Burung Garuda.
Tak selamanya, tampil beda itu bagus. Kali ini saya sial dan mendapat banyak kritikan. Kejadian ini terjadi ketika Saya menjadi seorang calon ketua Dewan Musyawarah Mahasiswa Arsitektur. Seperti biasa, sebagai sosialisasi, kandidat harus di foto untuk di tempelkan di beberapa sudut yang mungkin dilewati mahasiswa arsitektur. Bosan dengan foto yang seperti pasfoto saya pun mencoba berbeda dengan tampil seperti ini.

winarni-calon-ketua-dmma

Padahal nih klo mo ditelusuri lebih dalam nih foto mengandung banyak makna…

1. Tampil beda artinya ingin membuat sesuatu yg revolusioner

2. Balik kanan berarti memiliki etikat yg baek

3. Memandang keatas dengan senyuman berarti akan ada upgrade dan banyak lagi… (liat mi saja sendiri…) moso saya tulis semua, jadi da seru nanti pencarianmu… wakakakak

Tapi malah di kritik, ada burung garuda yang mencalonkan diri jadi ketua DMMA. Hikz hikz… Tapi tidak apa-apa lah… Ini adalah proses

Pfuu… akhirnya tugas ini selesai juga… Bagaimana?