You are currently browsing the monthly archive for July 2007.


Banyak yang bertanya, knp pake nama winnie…??? sok manis… Bukan. Bukan bermaksud sok manis saya menggunakan nama ini.

Saya da pernah membuat nama dengan begitu saja, semua harus punya arti, begitu pula winnie. Winnie berasal dari Win-ar-nie. Dua suku kata ini terletak di luar namaku. Hal ini berarti, inilah yang orang lain liat dari sosok Winarni yang sesungguhnya.


Preng.. preng… preng… suara ompreng berpadu dengan sendok dan garpu terdengar bertalu-talu di sebuah ruang yang disebut ruang saji. Tiga tahun yang lalu…, suara khas itu setiap hari mengisi hari. Pagi, siang, malam. Kala lonceng dibunyikan, serentak kaki melangkah memasuki ruangan yang sangat luas itu, memilih meja dan menikmati sajian makanan yang begitu khas!

Hfuuu… dahulu, hal itu begitu memuakkan. makanan itu terasa sulit tertelan di tenggorokan. sate ikan, paku berkarat, dan nama kuliner lain yang sengaja dibuat mendeskripsikan jenis makanan yang disajikan alm.bu razak. Namun…, apa mau dikata, kami tetap menelanx. meski terkadang, dg. juli, dg. bara maupun warung di kota malino kerap menjadi pilihan demi sesuap kenikmatan.

Hal di atas hanya sebagian kecil kisah yang aku alami di sekolah ini, SMUN 02 Tinggimoncong, SMU Andalan Sulawesi Selatan. sebuah sekolah dengan brand yang cukup pamor di propinsi ini.

Tiga tahun, aku berada disini, bersekolah, menuntut ilmu. Aku masih begitu hapal topografi tempat ini, aku masih begitu kenal hawa daerah ini, aku begitu tahu warna-warni, bau hingga lantunan-lantunan yang diteriakkan tiap jengkal lokasi ini. Asrama, kelas, selasa, ruang saji, dapur, tangki air, angkat air, penampungan dan berbagai tags lain yang membuat hidup ini begitu bervariasi.

Bersekolah disini, membuatku berkenalan dengan mereka, para putra putri pilihan daerah. Mereka hebat, mereka pandai, mereka cerdas, mereka berbakat hingga membuatku minder. Aku hanya orang biasa saja, tak punya kehabatan, tdk begitu pandai, tak juga begitu cerdas. Mereka membuatku begitu kecil.

Dengan secuil kemampuan, aku mencoba menarik perhatian orang lain. Mencoba meyakinkan orang lain akan eksistensiku di sekolah ini. Bahwa orang kecil ini ada di antara mereka. Dengan berpenampilan sebagai Rhoma Irama disebuah acara pergelaran, hidupku seakan berubah. Aku menjadi begitu populer…

Ah… ternyata orang kecil sepertiku akhirnya bisa populer juga…


Aku dan kk-ku suka buku. aku dan kk-ku senang membaca. aku dan kk-ku gemar menulis. Inilah kehidupan kami.
Read the rest of this entry »


Musim layang-layang tiba, tapi warga kota sudah tidak punya lagi tanah lapang yang cukup untuk mengibarkan kertas minyak berkerangka buluh dan diikat seutas benang itu ke angkasa. Setiap kali musim layangan tiba, tiap kali pula bocah dan orang dewasa penggemar permainan ini harus memilih tempat bermain yang seringkali berisiko; yakni di jalan raya. Read the rest of this entry »


I. Sekilas Tentang Gunung Bawakaraeng

1.1 Asal Kata Bawakaraeng

Gunung Bawakaraeng berasal dari bahasa Makassar Bawa dan Karaeng. Kata Bawa berarti mulut dan Karaeng yang berarti Tuhan/Raja. Jadi Bawakaraeng berarti Mulut Tuhan.

1.2 Haji Bawakaraeng

Setiap tahunnya, Gunung Bawakaraeng di penuhi oleh jemaah haji untuk menunaikan ibadah haji

Haji Bawakaraeng adalah istilah bagi orang-orang yang mendaki gunung yang terletak di Kabupaten Gowa Sulsel ini, untuk melaksanakana ritual ibadah haji, yang mereka yakini sama nilainya dengan berhaji di tanah suci Mekkah.

Haji Bawakaraeng adalah fenomena yang sudah terjadi sejak lama dan masih terus berlansung hingga hari ini. Selain penduduk sekitar di Lembanna dan Kabupaten Gowa, adapula jemaah haji yang berasal dari Makassar, Maros, Pangkep, Sengkang bahkan dari Propinsi Sulawesi Barat, Mamuju. Musim haji yang paling ramai bertepatan dengan pelaksanaan Idul Adha, bulan Agustus dan juga menjelang puasa.

Para jemaah haji di Bawakaraeng justru membawa sesajen yang dipersiapkan sesuai dengan permohonan doa masing-masing. Ada yang mempersembahkan songkolo’ (beras ketan), lontong, telur, buah-buahan, rokok, daging ayam bahkan daging kambing. Pelaksanaan ibadah ini sendiri bisa dipandang sebagai wujud pencampuradukan kepercayaan lama, ritual mistik dan ajaran Islam yang memang masih ditemukan di kelompok masyarakat tertentu di berbagai daerah di Indonesia.



II. LETAK

Secara administrasi Gunung Bawakaraeng terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan secara geografis terletak di antara 119o 56�� 40�� BT dan 05o19��01�� LS

III. IKLIM

Di pegunungan ini musim kemarau berlangsung dari bulan April sampai Agustus sedang musim hujan terjadi pada bulan September sampai Maret. Suhu minimum sekita 17��C dan maksimum 25��C.

IV. FLORA DAN FAUNA

Hutan di gunung ini di dominasi oleh vegetasi hutan dataran rendah, hutan pegunungan bawah dan hutan pegunungan atas. Tumbuhan yang banyak di temui di antaranya pinus, anggrek, edelweid, paku-pakuan, pandan, cengkeh, rotan dan lumut kerak.

Adapun faunanya adalah burung pengisap madu, burung coklat paruh panjang, nyamuk.

V. JALUR PENDAKIAN

Dalam mendaki Puncak Gunung Bawakaraeng kita dapat menggunakan jalur :

  1. Lembanna (Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa)
  2. Tassoso (Kecamatan Manipi, Kabupaten Sinjai)

VI. PENYAMPAIAN LOKASI

Pada pendakian kali ini, kami menempuhnya dengan menggunakan jalur Lembana. Adapun cara untuk sampai di Lembanna adalah sebagai berikut:

1. Dari kampus, naik pete-pete kampus 07 dengan biaya Rp. 2500/org dan turun di ujung jalan pettarani

2. Kemudian melanjutkan dengan pete-pete berwarna merah, jurusan Sungguminasa, menuju Terminal Sungguminasa dengan biaya Rp. 2000/orang.

3. Di Terminal Sungguminasa, perjalanan di lanjutkan dengan menumpangi pete-pete Malino, langsung ke kampung Beru dengan biaya Rp. 15.000/org 20.000/org (update April 2008)

4. Setibanya di Kampung Beru, perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki menuju desa Lembanna.

Tulisan lain tentang bawakaraeng :

* Haji Bawakaraeng

* Gunung Bawakaraeng (data koordinat dan ketinggian)


I. KETINGGIAN DAN KOORDINAT

No.

Lokasi

Ketinggian

(mdpl)

Koordinat

1

Desa Lembanna

1511

S 05� 15′ 13,1”

E 119� 54′ 20,0”

2

Pos I

1721

S 05� 16′ 07,3”

E 119� 54′ 44,1”

3

Pos II

1811

S 05� 16′ 31,6”

E 119� 54′ 53,4”

4

Pos III

1841

S 05� 16′ 42,7”

E 119� 54′ 58,6”

5

Pos IV

1960

S 05� 16′ 57,0”

E 119� 55′ 18,7”

6

Pos V

2167

S 05� 17′ 12,0”

E 119� 55′ 47,9”

7

Pos VI

2372

S 05� 17′ 31,2”

E 119� 56′ 09,2”

8

Pos VII

2558

S 05� 17′ 50,2”

E 119� 56′ 11,5”

9

Pos VIII

2507

S 05� 18′ 29,2”

E 119� 56′ 38,8”

10

Pos IX

11

Pos X

2836

S 05� 19′ 01,6”

E 119� 56′ 40,2”

II. JARAK DAN WAKTU TEMPUH

No.

Lokasi

Pukul

Waktu Tempuh

Jarak Udara

(kilo meter)

1

Kampus � Ujung Pettarani

16.15 � 16.55

40 menit

2

Pettarani – Terminal

17.05 � 17.28

23 menit

3

Terminal � Kampung Beru

17.45 � 20.30

2 jam 45 menit

4

Kampung Beru – Lembanna

20.35 � 20.54

19 menit

Jumlah

4 jam 7 menit

puncak Bawakaraeng

July 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Instagram @winarniks

No Instagram images were found.

Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 240,797 hits