Dimana harus ku cari dan ku cari
Ku sudah tak mampu dan tak mampu lagi
Melihatmu terkulai tidak berdaya
Berjalan gontai dan tundukkan kepala
Kemana ku cari senyummu dan sinar yang ada di mata?
*Letto – Tak Bisa Biasa
Merasa Bersalah adalah salah satu sifatku yang membuatku selalu merasa tidak nyaman. Sifat ini mungkin berkembang karena dipengaruhi lingkungan sekitarku yang selalu menyalahkan. “Semua gara2 kamu”, “Jelas2 kamu yang salah”, dan beberapa kalimat lain yang telah akrab ditelingaku sejak kecil. Aku pernah berusaha membela diri, tetapi keadaan seringkali mematahkan semuanya, sampai akhirnya aku memilih untuk diam saja dan (terpaksa) mengakui bahwa “aku memang salah!”
Sisi positifnya, sifat ini membuatku berkembang menjadi pribadi yang cepat meminta maaf dan mudah memaafkan.
Tetapi sisi negatifnya aku berkembang menjadi pribadi yang rendah diri dan terlalu takut melakukan kesalahan. Termasuk berusaha membatasi diri dengan lingkungan sosial. Prinsipnya, semakin sedikit berhubungan dengan orang lain maka makin sedikit pula kesalahan yang akan (merasa) aku lakukan.
Akhir2 ini, sifat itu membuat keadaan semakin tidak menyenangkan. Saat mereka kembali menyalahkanku atas studi yang juga belum selesai karena aku yang tidak serius mengurusnya. Kemudian menyalahkanku atas sakit yang ku derita karena diriku sendiri yang tidak memerhatikan kesehatan dan berakibat aku tak mampu berbuat banyak.
Sepertinya, kemarin aku melakukan kesalahan lagi disebabkan penyakit pikunku yg akhir2 ini sepertinya makin parah. Atau mungkin disebabkan karena aku diminta melakukan hal yang belum biasa aku lakukan. Suatu kesalahan sama yang pernah membuatku berjanji untuk tidak melakukannya lagi.
Yah… Lagi2 aku salah. Bukan salah dia, mereka atau keadaan tetapi kesalahanku. Dan lagi2 membuatku merasa sangat bersalah.
Tidakkah mereka tahu, tanpa diberi tahu seperti itu, aku pun sudah cukup merasa bersalah?
Parahnya, “merasa bersalah” ini membuat sakitku terasa makin parah. Dan mereka tak pernah merasakan bagaimana sulitnya aku berjuang menahan rasa sakit itu.
Keadaan ini membuatku lelah, sangat lelah, bahkan hampir menghabiskan kesabaranku. Membuatku berpikir menyerah untuk berjuang dan mengakhiri saja semuanya dengan segera.
Merasa bersalah membuatku kembali berjalan gontai, menundukkan kepala, tak mampu menyunggingkan senyuman, dan tidak lagi memancarkan sinar dimata.
Aku (merasa) bersalah dan aku lelah!!!




2 comments
Comments feed for this article
September 17, 2009 at 14:27
iLLa poreper`
what’s goin on dek? Ada masalah apa?
Apapun itu, jangan terlalu lama berlarut2 dalam perasaan bersalah itu.
Kalo memang punya alasan untuk terhindar dari perasaan itu, utarakan saja. Jangan sampai sakit gegara ini. Keep on!
September 18, 2009 at 00:23
Orangutan
Iya jgn terlarut..bangkitq syG..