You are currently browsing the daily archive for July 19th, 2009.

Pintu itu akhirnya terbuka lagi
Setelah pernah lama terkunci
Tanpa diketuk, tanpa permisi
Dia bersemayam disini

Sepertinya aku terlampau buana
Memikirkannya membuatku terpana
Menghadirkan rasa yang tidak sederhana

Kelak….
Tangan ini ingin menggenggam dan digenggam tangannya
Bahu ini ingin menjadi sandaran resahnya
Jiwa ini ingin menjadi penyemangat hidupnya
Hati ini ingin mengerti hatinya
Selamanya…

Namun semua masih menjadi harapan
Berharap berjumpa dengannya di pelaminan

————————————————-

Gegara tidur lebih cepat dan terbangun, lewat jam 12 malam masih melek. Sedangkan jam segini anehnya sering kambuh. Sekarang malah heran sendiri kenapa bisa menulis puisi di atas. Hehehe