You are currently browsing the monthly archive for June, 2009.
Tiba-tiba saya mengingat sebuah percakapan di chatting dengan seorang senior, saya sudah lupa waktunya kapan. seingat saya, waktu itu status di ym ku menunjukkan klo saya sedang ada masalah.
senior : nar, ko tau kenapa kapal bisa terapung dan mengarungi samudera?
inart : ![]()
senior : karena sebuah kapal selalu dirancang untuk memiliki ruang kosong. Read the rest of this entry »
Setiap orang pasti akan dirundung masalah, ini manusiawi. Tuhan maha tahu, dan DIA tahu sampai di mana kemampuan hamba-Nya, semua akan diberikan sesuai dengan porsinya. Mengeluh, meratap pun manusiawi tapi apakah kita akan terus pesimis seperti itu? Jika hidup adalah pencarian, maka kita tak usah mempertanyakan apa yang akan terjadi besok, cukup berusaha mencarinya.
Kemarin sepulang dari kampus hendak menuju kantor, sel-sel otak mengirimkan stimulan ke tanganku untuk mengetikkan sebuah status di facebook.
“Berpikir untuk berhenti kerja, mengabaikan kuliah dan kabur dari rumah… Hmmm…” Read the rest of this entry »
Kata itu lagi ngetrend di milis panyingkul!, beberapa diantara anggota milis mengaku mengalaminya. Dan sepertinya saya pun mengalami hal yang sama. Buktinya, sudah tiga jam saya menghadapi monitor ini, namun baru kata-kata ini yang mampu terukirkan.
Foto profile di facebook belum juga ku ganti, masih foto murung itu. Satu-satunya foto murung diantara banyak foto profileku yang tampak tersenyum. Baru saja saya ingin memulai minggu ini dengan senyuman, tetapi……. Ah…….
*kenapa semua masalah itu menghujam hari ini?*
Ini kisah sedihku
Tapi takkan membuatmu ikut murung disampingku
Tak pula akan membuatmu bersedih denganku
Juga tak akan membuatmu menangis bersamaku
Karena ini kisahku…
Karena ini sedihku…
Hanya menuliskan ini yang ku mampu
Berkata tanpa bahasa
Berbicara tanpa suara
Bersama gundah yang terus merekah
Bersama mata yang terus meleleh
Karena ini kisahku…
Karena ini sedihku…
Takkan kubiarkan kau larut bersama arusku
Takkan kubiarkan kau basah bersama hujanku
Takkan kubiarkan kau terbakar bersama apiku
Karena ini kisahku…
Karena ini sedihku…
Entah ini adalah pengaruh saya yang akhir-akhir ini suka menyendiri di kamar, apalagi sejak uNieQ tinggal di Takalar, ataukah ada hal lain yang memengaruhinya.
| Ketidakwarasan Padaku | Membuat Bayangmu Slalu Ada | Menentramkan Malamku | Mendamaikan Tidurku | Ketidakwarsan Padaku | Membuat Hidupku Lebih Tenang | Aku Takkan Sadari | Bahwa Kau Tak Lagi Di Sini | Aku Mulai Nyaman | Berbicara Pada Dinding Kamar | Aku Takkan Tenang | Saat Sehatku Datang | Ketidakwarasan Padaku | Slimut Tebal Hati Rapuhku | Berkah Atau Kutukan | Namamu Yang Ku Sebut | Aku Mulai Nyaman | Berbicara Pada Dinding Kamar | Aku Takkan Tenang | Saat Sehatku Datang | Suara Hati Takkan Mati | Jika Jiwa Terus Menari Dan Bermimpi |*Sheila on Seven – Ketidakwarasan Padaku*
Biarlah Ketidakwarasan ini begini adanya….
♪…♫…♪…aku resah lalui hari tanpamu…♫..♪..♫
Menyanyi sambil bermain gitar sendiri di kamar sekarang menjadi suatu kebiasaan baru. Meski lagu-lagu yang dinyanyikan tidak ada yang jelas karena terkadang lupa chord atau liriknya tetap saja maksa untuk bernyanyi. Yah… suatu ekspresi diri yang akhirnya menertawainya juga sendiri.
Saya teringat, dulu, uNieQ yang paling sering protes, menertawai bahkan hampir muntah kalau saya mulai berulah dengan melakukan kegiatan ini. Tak pernah sekalipun dia memuji apalagi memberikan applause untuk “pertunjukan” ku itu. Hehe. Read the rest of this entry »





Recent Comments